Selasa, 03 Mei 2011

Ku Cinta Caramu Mencintai Aku

Diposting oleh Unknown di 17.12 0 komentar
Lelah ragaku seakan sirna karena senyummu
Galau jiwaku seakan hilang karena tawamu
Ku suka caramu mencintai aku
Memperhatikan aku di pagi dan malammu

Ku suka caramu menanyaiku
Tak ada keraguan dalam tiap kata
Mengajariku, dengan teknik-teknik sempurna
Mengevaluasi hasil belajarku dengan penuh penghargaanmu

Aku tahu sikapku belumlah sesempurna yang kau mau
Tapi aku juga tahu, ada niat yang besar di hati ini untuk selalu menghadirkan senyum di wajahmu
Ini janjiku, janji yang akan ku ingat sepanjang hidupku
Janji untuk melakoni hal terbaik bersamamu
Janji berbagi yang terbaik
berkolaborasi denganmu
Semuanya serba denganmu
Karena tanpa senyummu, warna itu seakan pudar
Cahaya itu seakan temaram
Angin itu terasa dingin menusuk tulang

#Pagi-pagi udah melebay sikit di sini. Tak apalah ya, sekali-sekali ajha pun. Aku takuttt kamu pergi, kamu hilang, kamu sakiiit (vierra-takut).

Jumat, 29 April 2011

Lagi Berduka

Diposting oleh Unknown di 18.30 0 komentar
Dingin menggelayuti diri pagi ini. Seakan menangis haru, bumi turut menangis pagi ini, seperti halnya Na di sini. Semua yang bernyawa akan menempuh mati dan itulah yang sudah tertempuh oleh Angah magrib semalam. Lepas Magrib Angah menghembuskan nafas terakhirnya, menyelesaikan tugasnya di dunia ini. Angah itu kakak ketiga Ibu yang tinggal di Sumatera Barat. Sudah hampir satu bulan ini beliau di Pekanbaru, tetapi lepas Ku-ka kemarin Senin yang lalu beliau meninggalkan Pekanbaru karena mau menghantarkan baju kepada anaknya di Bukit Tinggi. Beliau pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di sana.

Tak banyak kenangan indah yang Na rekam memang bersama angah, karena sudah dua kali Ku-Ka di keluarga Ibu Na tidak datang menghadiri karena harus siaran setiap Minggu malam. Biasanya di acara kumpul keluarga itulah kita ketemu-ketemuan. Yang masih Na ingat terakhir pas Ku-Ka di rumah Kak Elen, beliau yang datang bersama keluarga-keluarga dari Bukit Tinggi selepas pesta anaknya yang terkecil sempat menggoda Na. Kebetulan Na perginya sama pacar. Beliau bilang gini, "Sia tuw, calon Na tuw?". Na cuma bilang "iyo ngah, mudah-mudahan".

Ada rasa percaya dan tidak rasanya ketika si abang mengabarkan jika beliau sudah tiada. Na emang tidak langsung menangis, Na akui sekarang ini Na lebih tegar, lebih kuat dari dulu. Tidak gampang air mata ini keluar. Tadi malam Ibu dan juga keluarga sudah berangkat ke rumah duka di bukit Tinggi. Rombongan sudah sampai pukul 4 tadi subuh. Insya Allah angah akan dikebumikan hari ini. Kejadian ini kembali menyadarkan Na akan kematian. Menyadarkan bahwa kalau orang hidup akan datang saatnya untuk mati. Sejenak Na terpaku, menjauhkan diri dari yang namanya bahagia. Na renungi sebuah kata yang mendadak membuat Na termangu diam seribu kata. Kematian, ya kematian yang akan Na sonsong, cepat atau lambat. Na akan kehilangan mimpi, kehilangan segala dan akan mengalami ritual dimandikan, dikafani, disholatkan dan dikuburkan. Siap ataupun tidak siap, asa itu akan datang ke Na. Itulah yang mebuat air mata ini keluar, tidak terbendung. Mengingat sudah cukup banyaklah amalan yang Na lakuin. Menjelang tidur semalam Na masih sempat membayangkan hal indah, namun menjelang sholat SUbuh Na mimpi meninggal. Meninggal dalam keadaan yang tidak Na takutkan. Yang ada di pikiran Na saat itu adalah na meninggal berarti mimpi-mimpi Na berhenti. Dalam mimpi itu Na sempat bercanda dengan abang Na ketika akan dimasukkan ke kubur. Na bilang ke abang, "abang ndak takut dekat adek?", hihihi. Na menikmati sekali rasanya prosesi penguburan itu, hingga tanah benar-benar membenami Na, dan mimpi-mimpi Na perlahan menghilang. Mungkin itu akumulasi kesedihan meninggalnya Angah yang Na rasakan di sini. Selamat jalan Angah, semoga Allah memeberi tempat terindah di sana.

Rabu, 27 April 2011

Pekanbaru Expo 2011

Diposting oleh Unknown di 23.03 0 komentar
Pekanbaru Expo 2011 kembali di gelar di kota Pekanbaru. Bertempat di Arena Purna MTQ Pekanbaru Jalan Sudirman, Rabu, 27 April 2011 pembukaannya dilakukan oleh wali kota Pekanbaru Herman Abdullah. Pekanbaru expo ini akan digelar hingga tanggal 1 Mei 2011 mendatang. Expo kali ini diikuti oleh puluhan pengusaha. Tidak hanya dari Pekanbaru, pengusaha dari luar daerah Pekanbaru juga ambil bagian dalam kegiatan yang diadakan menjelang perayaan hari ulang tahun kota Bertuah ini.

Tidak hanya pengusaha yang dapat mempromosikan usahanya dalam kegiatan kali ini karena Pekanbaru Expo 2011 ini juga diisi dengan kegiatan seni "Parade tari serumpun". Malam ini disajikan parade tari dari daerah Balik Papan. Berbagai stand mulai dari industri menengah hingga mitra binaan dari perusahaan-perusahaan besar hadir di sini. Event Pekanbaru Expo ini merupakan event rutin yang selalu digelar bersempena dengan perayaan hari ulang tahun Kota Pekanbaru yang pada tahun ini akan memasuki usia 227. Pekanbaru Expo 2011 ini juga sebagai ajang memperkenalkan daerah kepada masyarakat.

Jangan lupa untuk menghadiri Pekanbaru Expo 2011 ini karena banyak sajian istimewa di sini dan banyak barang dengan harga-harga yang murah dan khas di tawarkan di sini. Mulai dari mainan anak-anak hingga baju dan lainnya dan tidak ketinggalan makanan.

Pasar Tradisional di Tengah Hempasan Pasar Modern

Diposting oleh Unknown di 11.16 0 komentar
Akankah pasar tradisional ditinggalkan orang seiring waktu yang berjalan? Saya rasa tidak. Ada suasana berbeda yang kita rasakan ketika memasuki pasar tradisional dibandingkan pasar modern. Lantas di tengah kerasnya gelombang modernisasi akankah pasar tradisional mampu bertahan?

Jika kita tanyakan kepada generasi mungkin, mungkin mereka akan memilih berbelanja di pasar swalayan, super market atau mungkin hyper market. Hal ini dikarenakan mereka lebih suka segala hal yang praktis. Jauh dari becek dan juga bau pasar. Selain itu terkadang mereka cendrung mengedepankan gengsi. Ada anggapan jika mereka tidak berbelanja di distro atau butik ya minimal departemen store maka mereka tidak gaul. Apalagi untuk urusan pasar tradisional, bisa-bisa dicap kampungan oleh teman-temannya. Namun lain halnya jika yang berurusan ke pasar ini adalah Ibu-Ibu atau Bapak-Bapak kita. Agaknya mereka masih lebih tertarik untuk merasakan atmosfir pasar tradisional yang sangat berbeda dengan pasar modern.

Nah, kembali ke pertanyaan, akankah pasar tradisional mampu bertahan di tengah hempasan pasar modern? Dengan bangga saya bisa berikan prediksi bahwa pasar tradisional tetap akan mendapatkan tempat dan akan mampu bertahan. Ada beberapa hal yang menguatkan keyakinan saya akan hal ini.

Pertama
Pasar tradisional menjanjikan harga yang jauh lebih murah dari pasar modern. Sudah bukan rahasia umum lagi jika masyarakat kita cenderung mencari harga yang lebih murah. Harga di pasar modern bisa lebih murah dikarenakan pedagang tidak harus menyewa tempat dan juga membayarkan pajak sebesar yang dikeluarkan di pasar modern. Apalagi untuk pasar induk biaya jauh lebih murah lagi karena langsung dari tangan pertama.
Kedua
Pasar tradisional memiliki keterikatan sosial yang kuat antara pedagang dan pembeli. Hal ini dikarenakan dalam proses jual beli di pasar tradisional melibatkan proses tawar-menawar harga. Dari kegiatan yang satu inilah antara pedagang dan juga pembeli terjadi proses saling kenal. Minimal dalam proses jual beli yang dilakukan antara pedagang dan juga pembeli saling mengetahui kampung halaman, walaupun hal ini tidak mutlak dialami oleh setiap penjual dan pembeli.
Ketiga
Menumbuhkan jiwa sosial. Rasa sosial yang ditimbulkan juga semakin besar tatkala hadir rasa iba. Pedagang di pasar tradisional berasal dari kalangan yang beragam. Mereka kebanyakan tidak memakai seragam dan juga berdandan apik seperti di pasar modern. Jiwa sosial kita akan semakin besar jika kita berbelanja ke pasar tradisional. Dengan begini kita dapat melihat berbagai sisi kehidupan yang ada di tengah-tengah kita. Membuka mata dengan berbagai kondisi, tidak hanya melihat hal-hal yang indah saja.

Senin, 25 April 2011

Edisi Curhat Ajha

Diposting oleh Unknown di 21.24 0 komentar
Apa amuw curhat di blog? biarin ni kan blog ami dank, apa amuuu. Baiklah itu hanya satu kalimat antisipasi kalau ada yang keberatan dengan edisi curhat-curhat di blog. Hehehe.

Curhat Pertama:
Kenak tipu Ibu. Duuw, Ibu udah pinter sekarang tipu-tipu anaknya yang manis ini hah. Na tuw kepengen banget buat bubur canil. Udah ngences tekences kences ni hah. Kebetulan stok tepung pulutnya di rumah habis. Ibu dah janji bakal beliin, katanya beliau "besok Ibu beliin". Nah keesokan harinya Na kok belum liat ada tepung pulut ya di rumah. Beliau pun tidak ada mengabarkan jika sudah membelinya. Besok nya lagi Na belum juga lihat ada tepung beras di rumah. Tadi malam Na masih tanya, tapi katanya "Ndak ada dow, dah ditanya di kedai ndak ada orang jual". Nah tadi pagi Na liat ada tepung tuw di dalam asoy di bawah kemasan kopi susu. Hadeeh, Ibu tipu saya ternyata.

Curhat Kedua:
Sekarang lagi semangat-semangatnya membuat blog. Sudah buat blog baru lagi yang isinya nanti akan Na peruntukkan untuk hal-hal yang bertema remaja dan dunianya, ya include lah masalah cinta-cinta dan romantis-romantis ala anak muda di sana. Blog baru itu Na kasih judul Dunia Kita Dunia Remaja. Sempat bingung juga untuk memilih domainnya. Sempat berganti-ganti domain, judul dan template hingga berkali-kali. Soalnya ganti template, ganti header. Aduuuw menyenangkan ternyata ngerubah-rubah template dan merancangnya sesuai yang kita inginkan. Blog baru ini juga akan Na pergunakan untuk belajar nulis FF, belajar nulis puisi juga.

Curhat Ketiga:
Keteteran dengan jadwal yang ada. Manajemen nya kurang bagus, sampe jadwalnya berantakan begini. Akibatnya rencana banyak yang tidak terealisasi dengan baik. Ooow ntahlah ntah apa penyebabnya. Yang jelas, kerjaan mesti kelar dulu. Waktu ngumpul, senang-senang dan hahahihi dikurangin dulu sampai perencanaan ini terealisasi dengan baik. Semoga bisa semoga mampu.

Jumat, 22 April 2011

Pulut Merah dan Pisang

Diposting oleh Unknown di 07.50 0 komentar
Ahay, kemarin Ibu balik dari Sumatera Barat membawa pulut. Tetapi pulutnya berwarna merah. Ya senada kalau berasnya beras merahlah gitu. Kalau di kampung Na paling sukak sarapan pake pulut merah. Tahu banget jarang-jarang makan yang kayak begituan, sampe di kampung pagi-pagi Na sudah bilang mau pulut merah sama Pakwo. Hihihi, sudah bisa ditebak, Pak Wo langsung membelikannya ke lapau (kedai). Mmm, kalau rasa ya beda sedikit dengan rasa pulut putih, lebih legit. Nah Na makan pake pisang, enyak..enyakkk...


Proses pembuatannya sama dengan pulut putih (ketan). Terlebih dahulu pulutnya di rendam trus di kukus, setengah matang taburi dengan sedikit air garam. Setelah matang ditaburi kelapa parut.

Rabu, 20 April 2011

Bukan Kartini-Kartinian

Diposting oleh Unknown di 20.31 0 komentar
Postingan khusus dalam rangka hari Kartini 21 April 2011. Selamat hari Kartini 2011 untuk semua Kartini modern. Bukan Kartini-Kartinian Na tuliskan untuk semuanya. Dulu Kartini berjuang memakai kebaya dan dengan segala kelembutannya. Sekarang Kartini tidak harus berkebaya setiap hari dan bersanggul. Semangat Kartini yang perlu kita teruskan, mensetarakan antara wanita dan pria dan tetap berjalan di koridor kewanitaan yang dimiliki. Barusan baca email, dengan pesan "Super Woman sekarang ya kita". Sepakat, wanita harus menjadi superwoman. Superwoman untuk keluarga, bangsa dan negara.

Wanita tidak hanya memikirkan dapur, sumur, kasur. Lebih dari itu wanita harus bergerak maju dan setara dengan pria. Jangan ada lagi diskriminasi terhadap wanita pada zaman sekarang. Wanita juga harus cerdas untuk menyikapi perkembangan zaman. Berani berkata tidak untuk hal yang tidak baik dan berani berjalan di depan untuk pembaharuan ilmu dan teknologi.

Kartini sekarang pun tidak harus hanya bisa berdandan cantik, tapi lebih dari itu kita diharapkan cantik dari segi akhlak dan juga ide. Kartini yang benar-benar bisa membebaskan diri sendiri dari belenggu-belenggu penjajahan lelaki dan ego. Kartini yang berjiwa besar dan halus budi. Kartini yang sennatiasa memberikan senyum manis dan solusi dalam setiap permasalahan.

Selamat Hari Kartini 2011
 

Indah Seindah - Indahnya Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting