Pengasih penyayang...itulah Allah
Semalam jadi tersentak dengar kabar kakak sepu2 melahirkan ditengah keadaan nya yang bisa dibilang tidak sehat, beberapa bulan ini dia kemo untuk ngatasin kanker payudaranya. Keadaan jadi lebih parah ketika kanker itu semakin meradang disaat dia hamil...
Namun si abang sepupu g berenti cinta da sayangnya, justru semakin lebih...
Selalu ada di samping si kakak. Kelahiran anak ke dua nya ini tidak disangka-sangka, si de2k lahir disaat usia nya masih 6 bulanan di kandungan. Alhamdulillah si de2knya lahir dengan selamat, sehat meskipun harus masuk inkubator, karena beratnya yang hanya sekilo lebih. Tapi dy lincah...semoga kelahirannya bisa jadi obat untuk si kakak. meskpiun orang-orang bilang keadaan si kakak sudah sangat mengkhwtrkan, kankernya sudah menjalar-jalar, lehernya sudah bengkak, tangan nya sebelah juga sudah bengkak. Tapi Tuhan punya kuasa, semoga ada miracle yang didapatkan
Kamis, 10 Juni 2010
Senin, 07 Juni 2010
Jermal, film yang wuokeh for me
Ambil dari website jermal
Sinopsis:
Jaya (12) yang baru saja kehilangan ibunya, diantar menemui satu-satunya anggota keluarganya yang masih hidup, yaitu ayahnya, Johar (48). Johar bekerja di sebuah jermal (tempat penjaringan ikan yang dibangun di atas tonggak-tonggak kayu di tengah lautan). Jermal tersebut terpencil dan sulit dijangkau. Di tempat itu, kerja buruh kasar dan keterasingan adalah kenyataan sehari-hari. Johar dibayangi masa lalu kelam yang membuatnya tak bisa kembali ke daratan. Tepat 12 tahun yang lalu, Johar memergoki istrinya berselingkuh dengan laki-laki lain. Ia menyerang laki-laki itu dan meninggalkannya dalam keadaan sekarat. Johar pasti ditahan polisi bila kembali ke daratan. Ketika Jaya tiba di jermal, ia langsung ditolak Johar yang tidak pernah tahu bahwa ia mempunyai seorang putra. Sadar sepenuhnya bahwa ia tak mungkin kembali ke daratan untuk mengantar si bocah, Johar pun terpaksa menerima Jaya bekerja di jermal tersebut.
Tidak mudah bagi ayah dan anak itu untuk menerima kenyataan dan menyesuaikan diri dengan situasi baru ini. Jaya mencoba bergabung dengan anak-anak pekerja jermal, tapi proses adaptasinya amat sukar. Penampilannya yang masih kanak-kanak dan sikapnya yang teratur layaknya anak sekolahan, membuatnya tampak kontras dengan anak-anak pekerja jermal yang kulitnya hitam terbakar matahari. Jaya melewatkan hari-harinya dengan bekerja keras dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, sambil terus berharap sang ayah mau mengakuinya. Tapi Johar tegas-tegas membantah ia punya anak, meskipun ditantang dan diprovokasi temannya, Bandi (45), sang juru masak jermal. Situasi menjadi semakin parah oleh kelakuan anak-anak pekerja yang terus-menerus mengganggu dan mengejek Jaya.
Jaya kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya, dan Johar sama sekali tak membantu. Dengan menyangkal bahwa dia punya anak, Johar menghancurkan harapan Jaya akan tempat berlindung yang ia cari dan rindukan selama ini. Karena merasa tak diinginkan, Jaya mencoba melarikan diri tapi gagal. Ia dibawa kembali ke jermal dan diberi pekerjaan-pekerjaan berat untuk hukumannya. Anak-anak jermal terkejut akan tindakan berani Jaya dan menjadi lebih hormat padanya.
Kehidupan di jermal berlanjut, tapi kali ini Jaya tak mau menyerah pada nasib. Ia tak lagi mengharapkan pengakuan ayahnya dan memusatkan segala daya upayanya untuk bertahan hidup di jermal. Jaya belajar keterampilan dan sikap yang dibutuhkan untuk bisa bertahan di jermal. Ia perlahan berubah menjadi seperti anak-anak pekerja di situ: tangguh, keras, seorang survivor. Johar memperhatikan perubahan diri pada Jaya dan tersentuh untuk membuka diri terhadap masa lalunya, melalui surat-surat istrinya yang tak pernah dibacanya.
Dihadapkan dengan bayangan masa lalu yang tak lagi bisa dihindarinya, serta terjepit dalam ruang sempit jermal, Johar mencoba menebus kesalahannya dengan perlahan membuka diri dan menunjukkan inisiatif untuk mengenal putranya lebih jauh. Tapi Jaya telah berubah menjadi dingin, kehilangan kepekaan dan kehangatan yang pernah dimilikinya.
Akhirnya upaya Jaya untuk bertahan hidup malah berdampak terlalu jauh. Kepribadiannya menjadi keras dan kasar, dan situasi mencapai puncaknya ketika Jaya berkelahi dan menganiaya seorang anak lain hingga luka berat. Johar pun seakan diingatkan akan masa lalunya dan menyaksikan sejarah berulang kembali. Johar mengungkapkan rahasia akan masa lalunya yang pahit. Jaya pun menangis saat menyadari kepribadiannya yang kini telah berubah.
Johar menyadari tempat Jaya bukanlah di jermal dan bahwa anak itu punya potensial untuk menjadi orang yang lebih baik. Johar berencana meninggalkan jermal agar Jaya bisa kembali bersekolah, tapi Jaya berkata, Johar tak usah memikirkan hal-hal seperti itu, apalagi jika ia akan ditangkap begitu tiba di daratan. Meskipun begitu, Johar bersikeras untuk pergi. Ia lelah bersembunyi dan ingin berbuat sesuatu untuk putra satu-satunya.
Johar menerima masa lalunya dan tidak lagi mengindahkan resiko yang menjadi konsekuensinya. Akhirnya, sang lelaki dan si bocah berangkat menuju daratan, tidak lagi sebagai dua orang asing, tapi sebagai ayah dan anak.
CATATAN: Kurun waktu berlangsungnya cerita ini sekitar 3 bulan.
Film ne tuch bagus banget, beda, bezeee lah pokoknya dari film-film yang lain. Top markotop. Akting pemain-pemainnya allout. Beneran, g seperti nuntun film, karena aktingnya tuw natural bgt. G bosen nuntunnya berkali-kali...Film ini punya nilai sosial yang tinggi.
Sepanjang film, pure laki-laki d yang beradegan, perempuannya cuma VO ajha...tapi apapun itu film ini keren, keren, keren
Sinopsis:
Jaya (12) yang baru saja kehilangan ibunya, diantar menemui satu-satunya anggota keluarganya yang masih hidup, yaitu ayahnya, Johar (48). Johar bekerja di sebuah jermal (tempat penjaringan ikan yang dibangun di atas tonggak-tonggak kayu di tengah lautan). Jermal tersebut terpencil dan sulit dijangkau. Di tempat itu, kerja buruh kasar dan keterasingan adalah kenyataan sehari-hari. Johar dibayangi masa lalu kelam yang membuatnya tak bisa kembali ke daratan. Tepat 12 tahun yang lalu, Johar memergoki istrinya berselingkuh dengan laki-laki lain. Ia menyerang laki-laki itu dan meninggalkannya dalam keadaan sekarat. Johar pasti ditahan polisi bila kembali ke daratan. Ketika Jaya tiba di jermal, ia langsung ditolak Johar yang tidak pernah tahu bahwa ia mempunyai seorang putra. Sadar sepenuhnya bahwa ia tak mungkin kembali ke daratan untuk mengantar si bocah, Johar pun terpaksa menerima Jaya bekerja di jermal tersebut.
Tidak mudah bagi ayah dan anak itu untuk menerima kenyataan dan menyesuaikan diri dengan situasi baru ini. Jaya mencoba bergabung dengan anak-anak pekerja jermal, tapi proses adaptasinya amat sukar. Penampilannya yang masih kanak-kanak dan sikapnya yang teratur layaknya anak sekolahan, membuatnya tampak kontras dengan anak-anak pekerja jermal yang kulitnya hitam terbakar matahari. Jaya melewatkan hari-harinya dengan bekerja keras dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, sambil terus berharap sang ayah mau mengakuinya. Tapi Johar tegas-tegas membantah ia punya anak, meskipun ditantang dan diprovokasi temannya, Bandi (45), sang juru masak jermal. Situasi menjadi semakin parah oleh kelakuan anak-anak pekerja yang terus-menerus mengganggu dan mengejek Jaya.
Jaya kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya, dan Johar sama sekali tak membantu. Dengan menyangkal bahwa dia punya anak, Johar menghancurkan harapan Jaya akan tempat berlindung yang ia cari dan rindukan selama ini. Karena merasa tak diinginkan, Jaya mencoba melarikan diri tapi gagal. Ia dibawa kembali ke jermal dan diberi pekerjaan-pekerjaan berat untuk hukumannya. Anak-anak jermal terkejut akan tindakan berani Jaya dan menjadi lebih hormat padanya.
Kehidupan di jermal berlanjut, tapi kali ini Jaya tak mau menyerah pada nasib. Ia tak lagi mengharapkan pengakuan ayahnya dan memusatkan segala daya upayanya untuk bertahan hidup di jermal. Jaya belajar keterampilan dan sikap yang dibutuhkan untuk bisa bertahan di jermal. Ia perlahan berubah menjadi seperti anak-anak pekerja di situ: tangguh, keras, seorang survivor. Johar memperhatikan perubahan diri pada Jaya dan tersentuh untuk membuka diri terhadap masa lalunya, melalui surat-surat istrinya yang tak pernah dibacanya.
Dihadapkan dengan bayangan masa lalu yang tak lagi bisa dihindarinya, serta terjepit dalam ruang sempit jermal, Johar mencoba menebus kesalahannya dengan perlahan membuka diri dan menunjukkan inisiatif untuk mengenal putranya lebih jauh. Tapi Jaya telah berubah menjadi dingin, kehilangan kepekaan dan kehangatan yang pernah dimilikinya.
Akhirnya upaya Jaya untuk bertahan hidup malah berdampak terlalu jauh. Kepribadiannya menjadi keras dan kasar, dan situasi mencapai puncaknya ketika Jaya berkelahi dan menganiaya seorang anak lain hingga luka berat. Johar pun seakan diingatkan akan masa lalunya dan menyaksikan sejarah berulang kembali. Johar mengungkapkan rahasia akan masa lalunya yang pahit. Jaya pun menangis saat menyadari kepribadiannya yang kini telah berubah.
Johar menyadari tempat Jaya bukanlah di jermal dan bahwa anak itu punya potensial untuk menjadi orang yang lebih baik. Johar berencana meninggalkan jermal agar Jaya bisa kembali bersekolah, tapi Jaya berkata, Johar tak usah memikirkan hal-hal seperti itu, apalagi jika ia akan ditangkap begitu tiba di daratan. Meskipun begitu, Johar bersikeras untuk pergi. Ia lelah bersembunyi dan ingin berbuat sesuatu untuk putra satu-satunya.
Johar menerima masa lalunya dan tidak lagi mengindahkan resiko yang menjadi konsekuensinya. Akhirnya, sang lelaki dan si bocah berangkat menuju daratan, tidak lagi sebagai dua orang asing, tapi sebagai ayah dan anak.
CATATAN: Kurun waktu berlangsungnya cerita ini sekitar 3 bulan.
Film ne tuch bagus banget, beda, bezeee lah pokoknya dari film-film yang lain. Top markotop. Akting pemain-pemainnya allout. Beneran, g seperti nuntun film, karena aktingnya tuw natural bgt. G bosen nuntunnya berkali-kali...Film ini punya nilai sosial yang tinggi.
Sepanjang film, pure laki-laki d yang beradegan, perempuannya cuma VO ajha...tapi apapun itu film ini keren, keren, keren
Yang Terlewatkan Dariku
Oh Tuhan, ternyata banyak hal-hal yang terlewatkan selama ini...
seperti belakangan masih sangat-sangat bingung dengan kata 'Taplau". Apa itu Taplau, itulah pertanyaan yang mengelayuti otak ini, setiap kali membaca status teman-teman yang menyatakan mereka akan, sedang, atau sudah dari Taplau...
Yang terbayang apa Taplau itu tempat wisata baru ya di Padang?
Cari-cari, eh ketemu, dan ndak taunya, Taplau itu Singkatan dari TAPi LAUik...wkwkwk,.,alangkah malunya baru tahu sekarang
seperti belakangan masih sangat-sangat bingung dengan kata 'Taplau". Apa itu Taplau, itulah pertanyaan yang mengelayuti otak ini, setiap kali membaca status teman-teman yang menyatakan mereka akan, sedang, atau sudah dari Taplau...
Yang terbayang apa Taplau itu tempat wisata baru ya di Padang?
Cari-cari, eh ketemu, dan ndak taunya, Taplau itu Singkatan dari TAPi LAUik...wkwkwk,.,alangkah malunya baru tahu sekarang
Kamis, 03 Juni 2010
Semakin Hari, Harus Semakin Rajin
Perkembangan zaman ne menuntut kalo setiap hari, hidup must better. Ya selain sebagai ibadah juga lah, melakukan hal-hal terbaik kan emang baik untuk kesehtan (Nah lo, kok iso?)yo iso, kalo saia bilang iso, berati iso, wkwkwk
Wuah, g tw kenapa belakangan jadi bangun suka kesiangan...tapi demi hidup lebih baik lage, g boleh lage bangun siang, harus bangun pagi-pagi, harus tadarusan, harus punya plan yang bagus, harus memulai bisnis kecil-kecilan, harus menabung, harus merencanakan masa depan (onde mande, banyak bana mah). Mudah2an, di usia yang belum terlalu tua ini sudah bisa jadi pengusaha...Harus yakin bisa...bisa
Wuah, g tw kenapa belakangan jadi bangun suka kesiangan...tapi demi hidup lebih baik lage, g boleh lage bangun siang, harus bangun pagi-pagi, harus tadarusan, harus punya plan yang bagus, harus memulai bisnis kecil-kecilan, harus menabung, harus merencanakan masa depan (onde mande, banyak bana mah). Mudah2an, di usia yang belum terlalu tua ini sudah bisa jadi pengusaha...Harus yakin bisa...bisa
Piscok
G tau entah sejak kapan, piscok jadi makanan kegemaran. Sebenarnya semua makanan yang dari pisang na demen banget...
Mulai dari Lapek pisang, sampai pizza pisang, mmm yummy...
Manis, legit, apa lage ya kata untuk menggambarkan pisang ini...pokoknya mantapz dah...
Kalo ada acara-acara mama iya selalu buat piscok, jadi semakin demen ne...tapi belom pernah buat sendiri, sampai lah pada bulan kemarin untuk pertama kalinya buat piscok sendiri...soalnya kalo kemarin-kemarin yang jadi masalah kulit lumpianya kan? nah sekarang udah tau tempat belinya (habisnya mau buat sndiri, malas nya itu g ketulungan, hahaha, dasar na masih ada malasnya)...Oh iya, untuk yang di Pekanbaru yang masih bingung cari kulit lumpia dimana, cari ajha di deket simpang Arengka ya, jalan apa tuw ya. pokoknya deket Adisucipto lah, depan gang Asrama (seberangnya gang asrama).
Ne yang mau buat piscoknya, resepnya gampang kok, buatnya juga gampang
Bahan-Bahan:
Kulit lumpia
Cokelat Bubuk+Gula pasir (soalnya kalo cokelat ajha agak pahit)(Kalo lage kehabisan stok cokelat, pake meises ajha juga bisa)
Pisang (belah dua)
Putih telur untuk merekatkan kulit
Cara Membuat:
Ambil selembar kulit lumpia, taruh potongan pisang, trus pisangnya ditaburin dgn cokelat bubuk atau meisses (secukupnya ajhalah) trus tinggal digulung, sliup slip jadi d. Tinggal digoreng sampai kulitnya garing/kering
(Bahan-bahannya ditakar sendiri ajha)
Mulai dari Lapek pisang, sampai pizza pisang, mmm yummy...
Manis, legit, apa lage ya kata untuk menggambarkan pisang ini...pokoknya mantapz dah...
Kalo ada acara-acara mama iya selalu buat piscok, jadi semakin demen ne...tapi belom pernah buat sendiri, sampai lah pada bulan kemarin untuk pertama kalinya buat piscok sendiri...soalnya kalo kemarin-kemarin yang jadi masalah kulit lumpianya kan? nah sekarang udah tau tempat belinya (habisnya mau buat sndiri, malas nya itu g ketulungan, hahaha, dasar na masih ada malasnya)...Oh iya, untuk yang di Pekanbaru yang masih bingung cari kulit lumpia dimana, cari ajha di deket simpang Arengka ya, jalan apa tuw ya. pokoknya deket Adisucipto lah, depan gang Asrama (seberangnya gang asrama).
Ne yang mau buat piscoknya, resepnya gampang kok, buatnya juga gampang
Bahan-Bahan:
Kulit lumpia
Cokelat Bubuk+Gula pasir (soalnya kalo cokelat ajha agak pahit)(Kalo lage kehabisan stok cokelat, pake meises ajha juga bisa
Pisang (belah dua)
Putih telur untuk merekatkan kulit
Cara Membuat:
Ambil selembar kulit lumpia, taruh potongan pisang, trus pisangnya ditaburin dgn cokelat bubuk atau meisses (secukupnya ajhalah) trus tinggal digulung, sliup slip jadi d. Tinggal digoreng sampai kulitnya garing/kering
(Bahan-bahannya ditakar sendiri ajha)
Lah ini Kok Aneh Ya
Baru-baru ini menemukan fenomena aneh, dari sepasang rohis yang na kenal. Dulu yang ada di bayangan na rohis itu lembut, agamanya taat, pokoknya yang kayak-kayak gitu ya. Tapi ternyata g semua cuy yang seperti itu. Ada juga yang kasar, busuk ati, melakukan tindak-tindak tak terpuji di depan umum. Dimana esistensi yang ada tentang rohis itu. Sebagian itu telah menghancurkan pandangan rohis yang ada dibenakku. Jadi rohis yang sebenarnya itu seperti apa ya? apa seperti yang mereka-mereka itu citrakan???
Memang na bukan orang yang keluar dengan rok, dengan jilbab panjang. Masih kemana-kemana pake celana (takut soalnya kalo pake rok, takut jatuh kalo naek motor, maklum kondisi jalanan ke rumah-kantor tidak terlalu baik), trus jilbabnya baru sebatas menutupi kelapa, hingga dada, g nutupin perut.
Trus lage, akhir-akhir ini yang jadi pertanyaan, ada anak rohis, yang katanya dalam masa pengenalan, apa itu ya namanya, ooo baru ingat ta'aruf...Hebat, komunikasi seintens mungkin euy, ketemu g sich, pi di facebook, omg...selalu...sama ajha x tuw ya, mau ketemu langsung dengan komunikasi lewat fb...Trus lage panggilannya, g menjaga. Panggilannya kok malah jadi kayak orang biasa-biasa saja yang dimabuk cinta ya...Panggilannya humairah, lah itu kan yang na tau panggilan sayang nabi ma istrinya...ingat itu panggilan nabi ke istrinya. Ya kalau dilarikan ke orang-orang biasanya like panggilan Mamah Papah gitu kan...Apa sich itu namanya. Kok Aneh. Trus lage, yang cewe maupun yang cowok kek g ada kerjaan laen selain me "LIKE" ATAUPUN KOMEN sttus masing-masing...magribpun disempet-semptin tuw untuk me like atau berbalas koment...bukannya mendahulukan sholat...
aCH, fenomena yang tidak baik ini sepertinya...Jangan ditiru d yang kek gene...
Klo kek gitu citra yang mereka lahirkan, mending jadi manusia biasa yang g ada embel-embel rohisnya. Malu lah kalo udah ada embel-embel gitu perilaku g mendukung...
Emang c, rohis juga manusia...tapi tolong donk dijaga citra yang baik itu...selayaknya.
Mengenal sah-sah ajha kan, namanya manusia biasa, tapi jangan lebay pliiiiis...
Mengenal lah sesuai yang disyariatkan oleh agama, hindari zina...itu ajha ach dari saya yang biasa-biasa sajha ini...kalo ada yang salah, tolong luruskan ya.
Memang na bukan orang yang keluar dengan rok, dengan jilbab panjang. Masih kemana-kemana pake celana (takut soalnya kalo pake rok, takut jatuh kalo naek motor, maklum kondisi jalanan ke rumah-kantor tidak terlalu baik), trus jilbabnya baru sebatas menutupi kelapa, hingga dada, g nutupin perut.
Trus lage, akhir-akhir ini yang jadi pertanyaan, ada anak rohis, yang katanya dalam masa pengenalan, apa itu ya namanya, ooo baru ingat ta'aruf...Hebat, komunikasi seintens mungkin euy, ketemu g sich, pi di facebook, omg...selalu...sama ajha x tuw ya, mau ketemu langsung dengan komunikasi lewat fb...Trus lage panggilannya, g menjaga. Panggilannya kok malah jadi kayak orang biasa-biasa saja yang dimabuk cinta ya...Panggilannya humairah, lah itu kan yang na tau panggilan sayang nabi ma istrinya...ingat itu panggilan nabi ke istrinya. Ya kalau dilarikan ke orang-orang biasanya like panggilan Mamah Papah gitu kan...Apa sich itu namanya. Kok Aneh. Trus lage, yang cewe maupun yang cowok kek g ada kerjaan laen selain me "LIKE" ATAUPUN KOMEN sttus masing-masing...magribpun disempet-semptin tuw untuk me like atau berbalas koment...bukannya mendahulukan sholat...
aCH, fenomena yang tidak baik ini sepertinya...Jangan ditiru d yang kek gene...
Klo kek gitu citra yang mereka lahirkan, mending jadi manusia biasa yang g ada embel-embel rohisnya. Malu lah kalo udah ada embel-embel gitu perilaku g mendukung...
Emang c, rohis juga manusia...tapi tolong donk dijaga citra yang baik itu...selayaknya.
Mengenal sah-sah ajha kan, namanya manusia biasa, tapi jangan lebay pliiiiis...
Mengenal lah sesuai yang disyariatkan oleh agama, hindari zina...itu ajha ach dari saya yang biasa-biasa sajha ini...kalo ada yang salah, tolong luruskan ya.
Selasa, 01 Juni 2010
Abstrak UKM-UNRI Ke-4 Na
EFFECTIVENESS OF FERMENTED PLANT EXTRACT ON THE GROWTH AND VITAMIN C CONTENT OF LETTUCE (Lactuca sativa)
Nina1, Christine Jose2
1Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP UNRI, Pekanbaru, Riau, Sumatera, Indonesia
Email: na_gits@yahoo.com
2Jurusan Kimia, FMIPA UNRI, Pekanbaru, Riau, Sumatera, Indonesia
Email: chrisjos2001@yahoo.com
Kampus Bina Widya, KM 12,5 Panam 28293
ABSTRACT
The natural agriculture system was applied by using organic fertiliser (bokashi), and empty fruit bunch of Elaeis guineensis Jacq as mulch (TKS) that has fermented with Effective Microorganism (EM). The aim of this research is to determine the effectiveness of three formulations of Fermented Plant Extract in increasing the growth of L. sativa, control of the pest and the content of vitamin C. A completely randomized block design was used with 4 treatments: (1) FPE Ocimum sanctum Linn, (2) FPE Marigold lemon Drop, (3) FPE Tinospora crispa (L) Miers, (4) without FPE. Each treatment was replicated 3 times and each treatment concist of 32 crops. The results showed that: the height of the crops ranged from 13,66 cm – 16,67 cm, fresh weight ranged from 20,53 g – 42, 89 g, width of the leaves ranged from 8,56 cm – 12,38 cm, the number of leaves ranged from 8 – 12,33 piece, intruder organism attack ranged from 7,34 % - 1,48 %. FPE Marygold lemon Drop most effective in increasing the height of the crop, fresh weight, width of the leaves, the number of leaves, and reduced intruder organism attack. The content of vitamin C ranged from 52,79 mg/100 g – 78,62 mg/100 g. The content of the heighest vitamin C was received from the treatment with FPE Tinospora crispa (L) Miers.
Keywords: FPE, growth, the content of vitamin C, Lactuca sativa
Nina1, Christine Jose2
1Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP UNRI, Pekanbaru, Riau, Sumatera, Indonesia
Email: na_gits@yahoo.com
2Jurusan Kimia, FMIPA UNRI, Pekanbaru, Riau, Sumatera, Indonesia
Email: chrisjos2001@yahoo.com
Kampus Bina Widya, KM 12,5 Panam 28293
ABSTRACT
The natural agriculture system was applied by using organic fertiliser (bokashi), and empty fruit bunch of Elaeis guineensis Jacq as mulch (TKS) that has fermented with Effective Microorganism (EM). The aim of this research is to determine the effectiveness of three formulations of Fermented Plant Extract in increasing the growth of L. sativa, control of the pest and the content of vitamin C. A completely randomized block design was used with 4 treatments: (1) FPE Ocimum sanctum Linn, (2) FPE Marigold lemon Drop, (3) FPE Tinospora crispa (L) Miers, (4) without FPE. Each treatment was replicated 3 times and each treatment concist of 32 crops. The results showed that: the height of the crops ranged from 13,66 cm – 16,67 cm, fresh weight ranged from 20,53 g – 42, 89 g, width of the leaves ranged from 8,56 cm – 12,38 cm, the number of leaves ranged from 8 – 12,33 piece, intruder organism attack ranged from 7,34 % - 1,48 %. FPE Marygold lemon Drop most effective in increasing the height of the crop, fresh weight, width of the leaves, the number of leaves, and reduced intruder organism attack. The content of vitamin C ranged from 52,79 mg/100 g – 78,62 mg/100 g. The content of the heighest vitamin C was received from the treatment with FPE Tinospora crispa (L) Miers.
Keywords: FPE, growth, the content of vitamin C, Lactuca sativa
Langganan:
Postingan (Atom)



