Sabtu, 14 Mei 2011

Mengejar Prestise Demi Tetap Eksis

Diposting oleh Unknown di 01.05 0 komentar
Terkadang kita melakukan berbagai hal demi untuk mengejar prestise. Itulah yang ada di benak Na ketika beberapa hari yang lalu melihat suatu fenomena. Anak muda, mengapa anak muda? karena mereka inilah yang selalu ingin terlihat sempurna. Ya katanya biar tetap eksis gitu. Prestise terkadang mengaburkan kebutuhan yang sebenarnya dari kita.

Lantas, apa yang Na lihat banyak dari anak muda ini yang mengejar prestise demi tetap eksis. Terkadang mereka mengejar sesuatu ini hingga rela berhutang yang penting gaya. Rela makan hanya sehari demi BB yang selalu di tangan. Padahal BB nya cuma buat BB-an saja tidak lebih dari itu. Berlagak bak eksekutif muda (sihiy, BB di genggaman anytime). Ini baru satu contoh. Ada lagi yang rela ngutang demi kawat gigi. Ya entah kapan mulainya kawat gigi ini menjadi trend yang tidak terkalahkan. Mungkin saja untuk mereka yang mengedepankan prestise biar dech makan sehari sekali asal bisa beli kawat gigi trus bisa ngeksis di foto profil FB.

Sedapat mungkin kita membeli segala sesuatu disesuaikan dengan kebutuhan bukan karena ikut-ikutan atau agar bisa terlihat eksis. Menyesuaikan dengan kebutuhan berarti meminimalisir kemubaziran. Karena Ketika kita butuh segala sesuatu yang kita penuhi akan termanfaatkan dengan baik. Selalu berharap tidak tergoda dengan keindahan semu yang ditawarkan di luar sana.

Sabtu, 07 Mei 2011

Miskin Ide Atau Miskin Peminat

Diposting oleh Unknown di 23.24 0 komentar
Dua hal inilah yang selalu terbayangkan oleh saya tatkala melihat tayangan musik dan juga menonton tayangan televisi beberapa waktu yang lalu. Semua acara merupakan acara dewasa. Lantas kemana perginya tayangan anak-anak seperti yang sering saya saksikan ketika belasan tahun yang lalu?

Jika sekarang tayangan didominasi oleh tayangan percintaan beda halnya dengan dahulu. Program anak begitu mendominasi. Mulai dari program sains, program musik ataupun sinetron dan cerita anak yang sarat akan nilai positif. Entah saat ini program seperti itu tidak diminati lagi atau karena memang ide kreatif untuk membuat program semacam itu yang surut bak air laut.

Tidak mudah memang membuat program anak. Perlu kreatifitas yang besar, karena alih-alih membuat program yang baik, jika tidak diminati oleh anak-anak program ini sama seperti ruang hampa saja. Program kreatif ini juga mesti memiliki nilai edukasi yang tinggi, disajikan sederhana namun memiliki space khusus di pikiran anak-anak serta mengena. Lantas dengan cara apa menghadirkan program-program yang memiliki nilai ini?

Peranan orang tua harus besar dalam mengontrol tayangan yang ada. Jika dirasa tidak baik untuk anak lebih baik tidak ditonton. Slogan Matikan Tivi Mu pun layak kita terapkan pada saat sekarang. Namun haruskah orang tua mencari rekaman tayangan yang berkualitas di masa dahulu? Mengubek-ubek kembali gudang tua untuk menemukan tayangan yang berkualitas kembali? Atau membangkitkan kembali program-program seperti belasan tahun yang lalu yang setiap Minggu nya selalu ditaburi anak-anak berani dan kaya ide di televisi? Bernyanyi, membaca puisi, cerdas-cermat bahkan drama dan membuat kerajinan ala mereka. Sederhana, lugu dengan kekhasan anak-anak mereka.



Yang Muda Yang Berbahagia

Diposting oleh Unknown di 03.49 0 komentar
Hayyaaah, bah hayya ini judul postingan sayyah yach. Tetapi bener kan, yang muda yang berbahagia, bukan berarti yang tua ndak bahagia lho. Yihaaaa, malam minggu. Rasanya agak sedikit bebas dari aktifitas dan juga rutinitas yang biasanya. Bisa sedikit rileks, ye ye ye ye ye. Dooow maaak seperti bebas dari dalam kerangkeng saja sayyah ini. Ndak apalah.

Malam ini mau ngumpul di sekre Blogger Bertuah dulu. Sudah lama ndak jumpa dan ngumpul sama blogger, tukar pikiran, makan-makan (itu agenda utamanya). Sebelum ke sekre bakal singgah dulu kayaknya di mall yang dekat rumah mau beliin pesanan Bumil yang pengen pezza. Semoga ngak macet semoga ngak ngantree. Aamiin.

Mmm, bahagia bisa lihat angka di atas 1000 dua hari ini. Hasil kerja keras bersama kekasih hati untuk rumah baru yang sudah sampai 1 K (semangat terus kita ya bi, biar bisa naikan target 2 K minggu depan). Kemarin abi targetnya cuma 100 Na malah bilang ndak ketinggian bi? eee baru jalan sehari langsung naik ke angka 400, abi cuma bisa senyum-senyum. "Ngak ketinggian kan Bundo?", katanya. Intinya untuk hal baik dan hal baru itu harus semangat, harus yakin. Pasti bisa. Senang rasanya kerja keras dapat hasil segitu, Alhamdulillah.

Kenapa yang muda yang bahagia? karena anak muda itu harus bahagia. Masih penuh dengan ide-ide segar, kreatifitasnya masih tinggi, semangatnya masih full (bukan kanda Zaiful Anwar) lho...Masih kuat begadang sampe jam 2 dini hari...jadi sudah sepantasnya bahagia. Bisa kumpul-kumpul lagi kalo malam minggu gini, tukar pikiran, tukar ilmu di dunia blogging. Habis ngumpul di sekre lanjut KU-KA (yasinan, kumpul keluarga besar). Ye ye ye ye, entah kenapa menjadi senang sekali dengan dunia yang satu ini. Menulis, blogwalking itu semua kegiatan yang menyenangkan. Selamat Malam minggu...

Kamis, 05 Mei 2011

Celebrate, Kejujuran dan Gaphe Bercerita Award & Giveaways

Diposting oleh Unknown di 17.23 0 komentar
Pagi, indah banget. Setelah begadang semalaman buat noltalgia cerita cinta tiga bulanan yang lalu sama kekasih sambil ngerjain tulisan sana-sana#lumayan banyak sekarang tulisan yang diurusin ngak cuma Indah Seindah-Indahnya saja akhirnya pagi ini bisa juga terbangun cepat. Padahal sebenarnya sekali-kali telatpun juga ngak papa secara siarannya jam 9 jadi masih ada waktu berleha-leha. Tapi stoplah berleha-leha selama masih sanggup buat ngelakuin hal yang lebih positif kan lebih baik ngelakuin yang itu dulu. Pagi hari udah duduk manis di depan lapie sambil sarapan bubur sumsum dan lopis. Enyak, enyak, enyak. Ibu yang beliin. Lepas sarapan kembali melanjutkan menulis, apapun ditulis sembari baca-baca majalah, kali ajha dapat inspirasi tulisan. Buka Indah Seindah-Indahnya, baca komentar yang masuk, balasin dan jalan ke rumah teman. Terdamparlah di rumah Mas Gaphe di Gaphe Bercerita. Si Mas yang satu ini lagi celebrate juga untuk postingan atau ceritanya yang ke-200. Selamat ya untuk Mas Gaphe yang udah sampai 200 cerita. Sekalian mau ikutan giveawaysnya juga ach. Mmm, arti Gaphe Bercerita ya?
Gaphe Bercerita itu peta unik kuliner yumilah yumiwati (karena mas Gaphe suka makan dan Na jadi pengen mencobanya juga)
Gaphe Bercerita itu peta wisata (yang buat Na jadi pengen ke sana juga)
Gaphe Bercerita itu peta kenarsisan (narsis tiada tara dengan gaya yang super caelah-caelah dimana jadi inspirasi gaya narsish na juga)

Na juga mau pasang awardnya, yang sadddaaap cantik banget.




Ee kita kembali ke judul postingannya Celebrate, Kejujuran, Award dan Giveaways ya. Mengapa celebrate? ya karena Na baru merayakan 3 bulanan bersama si Abi mas Gaphe juga merayain 200 postingannya. Trus kejujuran? Ada benang merah antara celebrate mas Gaphe dan Na ini, kita sama-sama melakoni dengan penuh kejujuran. Cerita-ceritanya mas Gaphe itu penuh kejujuran (gimana ngak nyasar ya dia buat nyasar tetep itu namanya kan jujur), sederhana namun mengena. Kadang juga kocak. Na pun begitu. Tetapi ngomong-ngomong kejujuran Na jadi ingat anak gadis, kangen anak gadis Na yang buat Na tuw anak jujur abeeez. Na pernah tanya "kakak makannya pakai apa?" eeeh dia jawabnya pakai piying, pakai cendok ya bundo. Gubraaak. Tapi itulah kejujuran dia yang Na suka, polos banget ya anak-anak kecil itu.

I Chose: Blogger Matre

Diposting oleh Unknown di 04.04 0 komentar
Tidak hanya cewek dan cowok saja yang matre, blogger juga ada matre. Na mungkin agak katrok di dunia per bloggeran, karena jujur mengenal istilah "Blogger Matre" ajha Na baru di bulan Nopember tahun lalu, saat Kopdar pertama dengan teman-teman Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru. Mbak Wina "Bintang Air" yang memperkenalkannya ke Na. Saat itu dia mengatakan "Ney, kalau di Bertuah, Datuk Bertuah yang paling matre". Sebenarnya pada saat itu Na bingung apa ya yang dimaksud Mbk Wina dengan matre itu, tapi udah dasarnya dradank...dradank...tapi tetap tidak ingin terlihat tidak mengerti.

Seiring perjalanan waktu, lama-lama Na jadi ngerti "Ooow, kayak gitu yang namanya Blogger Matre itu", walaupun tanpa bertanya ke si mbah. Tetapi ntah betul ntah ndak ya yang ada di pemikiran Na tuw blogger matre blogger yang berorientasi ke penghasilan. Buat Na wajar lah kalo semua blogger nanti berorientasi untuk mengumpulkan $. Yang jadi buat Na bingung, ketika niat Na untuk menjadi blogger matre hadir, Na ditentang habis-habisan sama seseorang. Katanya blogger matre itu mainnya busuk, menghalalkan berbagai cara, copas, dll. Tetapi Na ya tetaplah Na, meskipun ditentang, masih coba berpikir rasional, apa iya blogger matre itu main curang? apa iya demi $ menghalalkan segala cara? Rasanya tidak. Makanya keinginan Na untuk menjadi blogger matre tidak pernah surut, malah kian hari kian penasaran dengan yang namanya blog lebih tepanya dengan penghasilan yang didapatkan dari ngeblog.

Buat Na menjadi matre itu pilihan dan Na sudah memilih menjadi matre#hadooow dilarang protes ya, ckckck. Apalagi Bang Ais selalu menyemangati setiap blogger harus jadi matre. Hihihi, sudah semakin terdoktrin matree dech jadinya. Ditambah lagi kekasih tiada duanya sudah duluan jalan sebagai blogger matre. Ya, gimana Na ndak tambah semangat jadi matre. Hihihi, wajar, manusia, ya kan?

Ternyata setelah mengenal seperti apa blogger matre itu, sama sekali yang seseorang yang bilangan ke Na tidak terbukti. Blogger matre itu ngak main busuk, ngak menghalakan segala cara, ngak copas. It's all original mamen. Mereka itu yang sudah mengenal matre, benar-benar mulai dari nol, benar-benar belajar untuk menjadi berbeda menjadi khas, ada yang diunggulkan dalam setiap tulisan. Meriset keyword dan lain-lain. Semua mereka lakukan agar kualitas tulisan, kualitas blog maupun web itu bagus. Mereka rela begadang tiap harinya. Dan itu yang dibilang main busuk? OMG, sama sekali tidak benar. Blogger Matre=Blogger Kreatif kalo menurut Na.

Saat ini Na sedang belajar bagaimana menjadi blogger matre, mengikuti rule yang disyaratkan. Buat Na motivasi buat menjadi blogger matre itu canggih. Kita dituntut belajar keras, belajar, belajar dan terus belajar.
Special thank for my lovely yang terus kasih semangat terbaik untuk ngeblog. Untuk share ilmu di blog, untuk silahturahmi lewat tulisan dan untuk mengumpulkan $ juga. Keep learning keep writing ya buat semuanya :)

Selasa, 03 Mei 2011

Ku Cinta Caramu Mencintai Aku

Diposting oleh Unknown di 17.12 0 komentar
Lelah ragaku seakan sirna karena senyummu
Galau jiwaku seakan hilang karena tawamu
Ku suka caramu mencintai aku
Memperhatikan aku di pagi dan malammu

Ku suka caramu menanyaiku
Tak ada keraguan dalam tiap kata
Mengajariku, dengan teknik-teknik sempurna
Mengevaluasi hasil belajarku dengan penuh penghargaanmu

Aku tahu sikapku belumlah sesempurna yang kau mau
Tapi aku juga tahu, ada niat yang besar di hati ini untuk selalu menghadirkan senyum di wajahmu
Ini janjiku, janji yang akan ku ingat sepanjang hidupku
Janji untuk melakoni hal terbaik bersamamu
Janji berbagi yang terbaik
berkolaborasi denganmu
Semuanya serba denganmu
Karena tanpa senyummu, warna itu seakan pudar
Cahaya itu seakan temaram
Angin itu terasa dingin menusuk tulang

#Pagi-pagi udah melebay sikit di sini. Tak apalah ya, sekali-sekali ajha pun. Aku takuttt kamu pergi, kamu hilang, kamu sakiiit (vierra-takut).

Jumat, 29 April 2011

Lagi Berduka

Diposting oleh Unknown di 18.30 0 komentar
Dingin menggelayuti diri pagi ini. Seakan menangis haru, bumi turut menangis pagi ini, seperti halnya Na di sini. Semua yang bernyawa akan menempuh mati dan itulah yang sudah tertempuh oleh Angah magrib semalam. Lepas Magrib Angah menghembuskan nafas terakhirnya, menyelesaikan tugasnya di dunia ini. Angah itu kakak ketiga Ibu yang tinggal di Sumatera Barat. Sudah hampir satu bulan ini beliau di Pekanbaru, tetapi lepas Ku-ka kemarin Senin yang lalu beliau meninggalkan Pekanbaru karena mau menghantarkan baju kepada anaknya di Bukit Tinggi. Beliau pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di sana.

Tak banyak kenangan indah yang Na rekam memang bersama angah, karena sudah dua kali Ku-Ka di keluarga Ibu Na tidak datang menghadiri karena harus siaran setiap Minggu malam. Biasanya di acara kumpul keluarga itulah kita ketemu-ketemuan. Yang masih Na ingat terakhir pas Ku-Ka di rumah Kak Elen, beliau yang datang bersama keluarga-keluarga dari Bukit Tinggi selepas pesta anaknya yang terkecil sempat menggoda Na. Kebetulan Na perginya sama pacar. Beliau bilang gini, "Sia tuw, calon Na tuw?". Na cuma bilang "iyo ngah, mudah-mudahan".

Ada rasa percaya dan tidak rasanya ketika si abang mengabarkan jika beliau sudah tiada. Na emang tidak langsung menangis, Na akui sekarang ini Na lebih tegar, lebih kuat dari dulu. Tidak gampang air mata ini keluar. Tadi malam Ibu dan juga keluarga sudah berangkat ke rumah duka di bukit Tinggi. Rombongan sudah sampai pukul 4 tadi subuh. Insya Allah angah akan dikebumikan hari ini. Kejadian ini kembali menyadarkan Na akan kematian. Menyadarkan bahwa kalau orang hidup akan datang saatnya untuk mati. Sejenak Na terpaku, menjauhkan diri dari yang namanya bahagia. Na renungi sebuah kata yang mendadak membuat Na termangu diam seribu kata. Kematian, ya kematian yang akan Na sonsong, cepat atau lambat. Na akan kehilangan mimpi, kehilangan segala dan akan mengalami ritual dimandikan, dikafani, disholatkan dan dikuburkan. Siap ataupun tidak siap, asa itu akan datang ke Na. Itulah yang mebuat air mata ini keluar, tidak terbendung. Mengingat sudah cukup banyaklah amalan yang Na lakuin. Menjelang tidur semalam Na masih sempat membayangkan hal indah, namun menjelang sholat SUbuh Na mimpi meninggal. Meninggal dalam keadaan yang tidak Na takutkan. Yang ada di pikiran Na saat itu adalah na meninggal berarti mimpi-mimpi Na berhenti. Dalam mimpi itu Na sempat bercanda dengan abang Na ketika akan dimasukkan ke kubur. Na bilang ke abang, "abang ndak takut dekat adek?", hihihi. Na menikmati sekali rasanya prosesi penguburan itu, hingga tanah benar-benar membenami Na, dan mimpi-mimpi Na perlahan menghilang. Mungkin itu akumulasi kesedihan meninggalnya Angah yang Na rasakan di sini. Selamat jalan Angah, semoga Allah memeberi tempat terindah di sana.
 

Indah Seindah - Indahnya Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting