Ku Menunggu
By: Rossa
Mmm...ye iye...
Ku menunggu
Ku menunggu kau putus dengan kekasihmu
Tak akan kuganggu
Kau dengan kekasihmu
Ku kan slalu di sini untuk menunggumu
Cinta itu
Ku berharap kau kelak kan cintai aku
Saat kau telah tak bersama kekasihmu
Kulakukan semua agar kau cintaiku
Harus kah kubilang cinta
Hati senang namun bimbang
Ada cemburu juga rindu
Ku tetap menunggu
Haruskah kubilang cinta
Hati senang namun bimbang
Dan kau sudah ada yang punya
Ku tetap menunggu
Datang padaku
Ku tahu kelak kau kan datang kepadaku
Saat kau sadar betapa kucintaimu
Ku kan selalu setia tuk mengunggumu
Na...nana...nananana...nananananana
Nanana...nanana...nananna...nanana
Senin, 29 November 2010
Ku Menunggu - Rossa
Nyanyi-nyanyi lagi, ye ye ye ye (model orang stres yang ngak pernah nyanyi), wkwkkwkw.
Daging Masak Merah
Asiiik...asik, akhirnya menginjak dapur setelah pontang-panting kerja. Yess Daging Masak Merah
Daging Masak Merah
Bahan:
Daging sapi 1/2 kg (potong-potong beri perasan jeruk dan garam goreng)
Cabe merah 10 buah
Bawang putih 2 siung (iris tipis)
Bawang Bombay 1/2 buah (iris tipis)
Kunyit (1 ruas jari)
Tomat 1 buah potong-potong
Daun jeruk
Ketumbar halus
Garam
Gula
Cara membuat:
Daging yang dudah digoreng bisa digepuk, agar lebih gampang dimakan.
Haluskan cabe merah dan kunyit.
Tumis bawang bombay, bawang putih, tambahkan daun jeruk, cabe yang sudah dihaluskan, masukkan daging goreng, ketumbar halus, garam, gula, terakhir masukkan tomat.
Daging Masak Merah
Bahan:
Daging sapi 1/2 kg (potong-potong beri perasan jeruk dan garam goreng)
Cabe merah 10 buah
Bawang putih 2 siung (iris tipis)
Bawang Bombay 1/2 buah (iris tipis)
Kunyit (1 ruas jari)
Tomat 1 buah potong-potong
Daun jeruk
Ketumbar halus
Garam
Gula
Cara membuat:
Daging yang dudah digoreng bisa digepuk, agar lebih gampang dimakan.
Haluskan cabe merah dan kunyit.
Tumis bawang bombay, bawang putih, tambahkan daun jeruk, cabe yang sudah dihaluskan, masukkan daging goreng, ketumbar halus, garam, gula, terakhir masukkan tomat.
Nasi Goreng Kunyit Ba Samba Lado
Ada waktu kosong, hajaaaar ke dapur masak. Masak nasi goyeng (versi kak sofie).
Bahan:
Nasi mateng
Kunyit 1 cm
Cabe 5 buah
bawang merah 1 buah
bawang putih 1 buah
udang halus (secukupnya, direndam)
telur 1 buah
garam (secukupnya)
gula (secukupnya)
Minyak untuk menumis
Samba lado yang sudah jadi
Cara Membuat:
haluskan cabe merang, bawang merah dan bawang putih, kunyit, beri sedikit garam, tambahkan uang halus, haluskan kembali. Tumis bumbu halus ini, setelah wangi masukkan telur, aduk rata hingga telur matang, masukkan nasi, tambahkan garam dan gula (sebagai pengganti penyedap), aduk rata hingga mateng.
Nasi Goreng Kunyit Ba Samba Lado
Bahan:
Nasi mateng
Kunyit 1 cm
Cabe 5 buah
bawang merah 1 buah
bawang putih 1 buah
udang halus (secukupnya, direndam)
telur 1 buah
garam (secukupnya)
gula (secukupnya)
Minyak untuk menumis
Samba lado yang sudah jadi
Cara Membuat:
haluskan cabe merang, bawang merah dan bawang putih, kunyit, beri sedikit garam, tambahkan uang halus, haluskan kembali. Tumis bumbu halus ini, setelah wangi masukkan telur, aduk rata hingga telur matang, masukkan nasi, tambahkan garam dan gula (sebagai pengganti penyedap), aduk rata hingga mateng.
Minggu, 28 November 2010
Nyate n Durian Party
Rencana awalnya ni, mau bakaran sate nya pas Idul Adha. Tetapi berhubung si penggagasutama nya ini senang sibuk sesibuk-sibuknya, jadilah pulanhgnya dah mala. Mana semua bumbu belum dipersiapkan. Jadilah batal acaranya, makanya dialihkan ke hari Kamis, di rumah Oma. Pulang siaran jam 7. Yang na tau yang bakalan jemput na tuw ayah, tapi ternyata sodara-sodara, udahlah jemputnya lama, ee yang jemput si abang pulak. Kalo tahu si abang, napa juga harus jam 8 jemputnya kan?(ndak ngarati na samo sekali ko). Padahal kan si abang tuw, ndak sholat ke mesjid kayak Ayah...udah itu, pas na bilang ke simpang, langsung bilang gini "eeee aden nio capek ko pulang hah, alah ado janji". Mak ooooooooi, kesalnya na dibuat abang sayang dan satu-satunya di rumah ini. Tapi akhirnya na bilang "antaan ajo nyo, habis tuw pulang lah". Akhirnya dia mau juga. Baiklah, meluncur ke Adi sucipto, tempat tante....
Sangkain pas nyampe, sate nya dah masak, eh tahunya alun lai dank...hacks hacks...Pas datang, mama ia baru bawak daging ke luar. Jadinya mengipas-ngipas dulu. Sebagian ngipasin sate, sebagian beli durian. Pdahal makan sate + durian, saran dari mana pulak tuw? hahahha, pastinya dari Neyna, biar mantapz sikit kan. Aiii mak, mabuk2 dech.
Jumat, 26 November 2010
Horayyyy
Alamak, ndak tanggung senang hati karena aktifitas hari ini lebih longgar. Ngak harus bangun pagi untuk siaran. Ngak perlu kedinginan. Ahaaaaay, lamaknyo. Syukur banget, Mbak Vina Suprapto mintak change katanya dia juga bosen siaran siang taruih. Asiiik, asiiiik, jadilah na siaran jam 12 siang.
Rencana mau males-malesan akhirnya batal. Karena lepas sholat Subuh, lanjut tidur, eee si Ayah pakai acara tanyo-tanyo celana trening, baju kaos lo, untuak menghadiri undangan peresmian fasum. Takajuik na, ndak bisa lalok lai dow. Jadilah na membabu lai, mulai dari nyuci piring, nyapu rumah, ngelap-ngelap, rendam kain, buat cake (soalnya mbk Vin, ngotot mintak dibawain makanan sekalian buat si adek na Theo). Habis itu mencuci kain, masak nasi, masak lauk. Sampai jam 11 harus buru-buru siap-siap ke radio.
Akhirnya sampai radio, hidupkan rekaman untuk Buletin Aktual Siang, trus siaran. Mendekam di dalam ruangan yang super sejuk, dengan teman-teman terbaik kalau lagi siaran (mic, mixer, komputer, receiver, telpon, inet, koran, radio tape, dll). Mengurung diri hingga 7 jam. Semangat.
Rencana mau males-malesan akhirnya batal. Karena lepas sholat Subuh, lanjut tidur, eee si Ayah pakai acara tanyo-tanyo celana trening, baju kaos lo, untuak menghadiri undangan peresmian fasum. Takajuik na, ndak bisa lalok lai dow. Jadilah na membabu lai, mulai dari nyuci piring, nyapu rumah, ngelap-ngelap, rendam kain, buat cake (soalnya mbk Vin, ngotot mintak dibawain makanan sekalian buat si adek na Theo). Habis itu mencuci kain, masak nasi, masak lauk. Sampai jam 11 harus buru-buru siap-siap ke radio.
Akhirnya sampai radio, hidupkan rekaman untuk Buletin Aktual Siang, trus siaran. Mendekam di dalam ruangan yang super sejuk, dengan teman-teman terbaik kalau lagi siaran (mic, mixer, komputer, receiver, telpon, inet, koran, radio tape, dll). Mengurung diri hingga 7 jam. Semangat.
Jumat, 19 November 2010
Poligami: Wanita Boleh Menolak
Masih menyinggung masalah skripsi Saya mengenai "Citra Perempuan Dalam Film Berbagi Suami", tapi tidak membahas skripsi yang sudah beberapa tahun Saya tinggalkan ini. Nah, lebih kepada masalah poligami. Masalah yang satu ini rasanya tidak akan pernah habis bila diperbincangkan. Selalu saja ada jawaban untuk pertanyaan mengapa memilih berpoligami.
Namun dari yang banyak kita lihat, dalam permasalahan poligami, wanita lah yang dirugikan. Kalau boleh memilih, barangkali tidak ada wanita yang mau dibagi kasih sayangnya. Hati siapa pun pasti akan terluka. Memang poligami diperbolehkan dalam agama, namun dengan persyaratan-persyaratan khusus. Hal ini lah yang menggelitik hati saya ketika beberapa orang yang dipoligami bercerita kepada saya, bagaimana susahnya si "Lelaki" itu menghidupi keluarganya. Nah, lantas kah wanita lagi yang selalu dipersalahkan?
Ok kalau ada kelemahan dari si wanita, saya rasa jika ada wanita yang jauh dari sempurna di mata suami, dengan kerelaan justru akan akan memberikan izin. Lalu bagaimana dengan wanita yang sehat? Masih banyak juga kan wanita sehat yang terkena poligami. Alasan apalagi yang dipakai suami untuk menjawab mengapa dia berpoligami.
Banyak kasus yang terjadi justru yang melakukan poligami, mereka yang tergolong ekonomi menengah ke bawah. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga inti saja masih kewalahan, tetapi justru ingin menambah. Nah, sebagai wanita kita juga berhak menolak jika keadaannya seperti ini. Apalagi berdasarkan sensus penduduk 2010, jumlah lelaki lebih besar dari pada perempuan, dimana dari 237 juta jiwa, 119 juta laki-laki dan 118 perempuan. Jangan sampai lebih banyak lagi yang mendompleng nafsu sebagai alasan untuk berpoligami. Sesuaikan dengan kemampuan. Seandainya mampu untuk membagi kasih sayang dan lain sebagai dan kondisi istri berada di pihak yang lemah (salah), silahkan. Tetapi jika tidak, cukup satu sajalah. Kalau istilah teman-teman saya 'Ciek se ndak abih-abih dow"
Namun dari yang banyak kita lihat, dalam permasalahan poligami, wanita lah yang dirugikan. Kalau boleh memilih, barangkali tidak ada wanita yang mau dibagi kasih sayangnya. Hati siapa pun pasti akan terluka. Memang poligami diperbolehkan dalam agama, namun dengan persyaratan-persyaratan khusus. Hal ini lah yang menggelitik hati saya ketika beberapa orang yang dipoligami bercerita kepada saya, bagaimana susahnya si "Lelaki" itu menghidupi keluarganya. Nah, lantas kah wanita lagi yang selalu dipersalahkan?
Ok kalau ada kelemahan dari si wanita, saya rasa jika ada wanita yang jauh dari sempurna di mata suami, dengan kerelaan justru akan akan memberikan izin. Lalu bagaimana dengan wanita yang sehat? Masih banyak juga kan wanita sehat yang terkena poligami. Alasan apalagi yang dipakai suami untuk menjawab mengapa dia berpoligami.
Banyak kasus yang terjadi justru yang melakukan poligami, mereka yang tergolong ekonomi menengah ke bawah. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga inti saja masih kewalahan, tetapi justru ingin menambah. Nah, sebagai wanita kita juga berhak menolak jika keadaannya seperti ini. Apalagi berdasarkan sensus penduduk 2010, jumlah lelaki lebih besar dari pada perempuan, dimana dari 237 juta jiwa, 119 juta laki-laki dan 118 perempuan. Jangan sampai lebih banyak lagi yang mendompleng nafsu sebagai alasan untuk berpoligami. Sesuaikan dengan kemampuan. Seandainya mampu untuk membagi kasih sayang dan lain sebagai dan kondisi istri berada di pihak yang lemah (salah), silahkan. Tetapi jika tidak, cukup satu sajalah. Kalau istilah teman-teman saya 'Ciek se ndak abih-abih dow"
Kamis, 18 November 2010
Saya Sedih Sejadi-Jadinya
Aktifitas sebagai pembaca berita memang bukan baru kali ini saja saya lakoni. Hampir tiga tahun setiap harinya saya membawakan berita di radio swasta di Pekanbaru. Namun Semalam sore, hati saya tercekut, mata saya terbelalak, pikiran saya menjadi semakin berfikir-fikir tentang berita yang menjadi Headline dalam Buletin Aktual Sore Bharabas 97.5 FM Pekanbaru. Pernyataan apa yang sudah membuat tubuh saya serasa diguncang gempa berkekuatan 9.8 SR tersebut? "Mengenai survei KPK mengenai pelayanan publik di Pekanbaru yang rendah dan pastinya, semakin membuat Pekanbaru terasa berguncang ketika Tranparansi Internasional Indonesia, menetapkan Pekanbaru sebagai "Kota Terkorup" Di Indonesia. Oh My god, seperti sebuah pukulan yang maha dasyat.
Pagi ini berita tersebut juga muncul di beberapa koran harian di Pekanbaru, tidak hanya itu permasalahn satu ini santer jadi pembicaraan hangat. Kompas.com bahkan menulis "Pekanbaru Kota Terkorup". Dari Survei TII yang dilakukan di 50 kota Pekanbaru memiliki skor terendah. Rasanya baru kemarin saya memposting pengurusan KTP yang menurut saya sudah maksimal, walau dari sebagian rekan masih saya dengar keluhan diminta dana lebih dan lain-lain. Namun ketika saya melakukan pengurusan, dana yang saya keluarkan memang hanya dana yang dipersyaratkan. Ketika kita tidak mengetahui banyak hal tentang pengurusan-pengurusan kadang kita memang ditekan, karena itu sebelum melakukan pengurusan, sedapat mungkin mencari tahu berapa biaya resmi yang mesti kita keluarkan.
Sudah menjadi rahasia umum, orang-orang dekat pejabat tinggi di Riau, menjadi pemegang kendali atas sejumlah proyek-proyek besar. Tanpa tangan -tangan lingkaran dalam itu, jangan harap proyek akan diperoleh. Tidak perlu repot menelitinya. Lihat saja proyek-proyek besar di Riau, pemenangnya boleh dikatakan perusahaan yang itu itu saja. Dia lagi dia lagi. Begitu kira-kira pernyataan di Kompas.com yang barangkali tiap kita punya penafsiran dan penilaian tersendiri mengapa Pekabaru menjadi kota terkorup versi TII. Sebagai warga kota Pekanbaru, pastinya punya harapan, kalau kedepan predikat yang bukan prestasi ini bisa pudar dari Kota tercinta ini.
Pagi ini berita tersebut juga muncul di beberapa koran harian di Pekanbaru, tidak hanya itu permasalahn satu ini santer jadi pembicaraan hangat. Kompas.com bahkan menulis "Pekanbaru Kota Terkorup". Dari Survei TII yang dilakukan di 50 kota Pekanbaru memiliki skor terendah. Rasanya baru kemarin saya memposting pengurusan KTP yang menurut saya sudah maksimal, walau dari sebagian rekan masih saya dengar keluhan diminta dana lebih dan lain-lain. Namun ketika saya melakukan pengurusan, dana yang saya keluarkan memang hanya dana yang dipersyaratkan. Ketika kita tidak mengetahui banyak hal tentang pengurusan-pengurusan kadang kita memang ditekan, karena itu sebelum melakukan pengurusan, sedapat mungkin mencari tahu berapa biaya resmi yang mesti kita keluarkan.
Sudah menjadi rahasia umum, orang-orang dekat pejabat tinggi di Riau, menjadi pemegang kendali atas sejumlah proyek-proyek besar. Tanpa tangan -tangan lingkaran dalam itu, jangan harap proyek akan diperoleh. Tidak perlu repot menelitinya. Lihat saja proyek-proyek besar di Riau, pemenangnya boleh dikatakan perusahaan yang itu itu saja. Dia lagi dia lagi. Begitu kira-kira pernyataan di Kompas.com yang barangkali tiap kita punya penafsiran dan penilaian tersendiri mengapa Pekabaru menjadi kota terkorup versi TII. Sebagai warga kota Pekanbaru, pastinya punya harapan, kalau kedepan predikat yang bukan prestasi ini bisa pudar dari Kota tercinta ini.
Langganan:
Postingan (Atom)